Pages

Friday, 17 January 2014

Nasi Kuning Udang

Nasi Kuning Udang oleh Ike Sukma Harjanto:

"Nasi kuning udang ini merupakan nasi kuning spesial untuk syukuran ultah si kecil Aisha di usianya ke 2"
--Ike Sukma Harjanto

Lihat selengkapnya di http://dapurmasak.com/resep/5519-resep-nasi-kuning-udang

orange chocolate hot pancake

orange chocolate hot pancake oleh Ike Sukma Harjanto:

"cemilan hangat terutama untuk si kecil Aishaku , di sore / pagi sembari menikmati dinginya udara Bandung ^_^ (inspirasi modifikasi pancake dari mamaku, yang dulu suka buatin dengan topping ice cream karena tinggal di Madiun yang bersuhu panas, aku ganti dengan topping pasta chocolate disajikan hangat untuk daerah dingin seperti Bandung, tempat tinggal keluarga kecilku sekarang)"
--Ike Sukma Harjanto

Lihat selengkapnya di http://dapurmasak.com/resep/5517-resep-orange-chocolate-hot-pancake-1

udang krispi saus kecap pedas

udang krispi saus kecap pedas oleh Ike Sukma Harjanto:

"Resep udang krispi saus kecap pedas. menu chinese food berbahan dasar sea food terutama udang adalah menu andalan mamaku tercinta, turun temurun sejak nenekku, menjadi favorite keluarga kami... Dan kini akupun sudah biasa menyajikan untuk suamiku tercinta ;) Udang digoreng krispi dicocol dengan saus kecap pedas... seuhahh"
--Ike Sukma Harjanto

Lihat selengkapnya di http://dapurmasak.com/resep/5634-resep-udang-krispi-saus-kecap-pedas

Tuesday, 7 January 2014

17 Doa Orang Tua untuk Anak Cucu Keturunan


















Friday, 11 October 2013

Olahraga Menekan Risiko Kanker Payudara

Mengeluarkan keringat dengan berolahraga bukan hanya bertujuan untuk mengurangi berat badan namun juga mempunyai kemampuan untuk mengurangi risiko kanker payudara.
Para ilmuan dari University of Minnesota di Amerika, melakukan studi dengan memakai 391 subjek wanita yang inaktif, sehat, dan  dalam kondisi premenopause yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kontrol (tidak berolahraga) dan intervensi (berolahraga). Mereka menemukan bahwa 179 wanita pada kelompok intervensi, yang melakukan 30 menit olahraga 5 kali dalam seminggu untuk lebih dari 16 minggu, menunjukkan perubahan metabolisme estrogen yang dapat menjelaskan keuntungan anti-kanker yang diperoleh dari berolahraga.
“Studi ini merupakan studi pertama yang menunjukkan bahwa olahraga aerobik mempengaruhi pemecahan estrogen untuk memproduksi bahan  yang baik untuk mengurangi risiko kanker payudara” kata Prof. Mindy Kurzer, seoarang profesor nutrisi dari University of Minnesota.
Para peneliti mengukur 3 kadar estrogen yaitu E1, E2, E3 dan bahan estrogen lain di urin para subjek. Pada akhir studi, grup control (yang berolahraga) memiliki Index Masa Tubuh (IMT) dan kesehatan jantung yang lebih baik, pada kelompok itu juga ditemukan peningkatan rasio 2-OHE1 sebanyak 25% dan pengurangan jumalh 16-aplha-OHE1, yang dihubungkan dengan risiko kanker payudara. Perubahan ini tidak ditemukan pada grup intervensi (tidak melakukan olahraga).
Saat ini, protokol yang telah dikeluarkan oleh para peneliti menganjurkan agar  kita paling tidak berolahraga selama 150 menit dalam seminggu, yang dapat disetarakan dengan jalan cepat selama 30 menit selama 5 kali dalam seminggu. Walau diperlukan studi lebih lanjut mengenai efek dari olahraga dengan pengurangan risiko kanker, berolahraga secara teratur dapat mempromosikan perbaikan kesehatan.
Sudahkah Anda mulai berolahraga?


sumber:http://klikdokter.com/healthnewstopics/read/2013/06/11/15031643/olahraga-menekan-risiko-kanker-payudara#.UlfFwNKno2U

Gejala Kanker Payudara Bukan Hanya Benjolan

Bulan Oktober merupakan bulan kewaspadaan kanker payudara sedunia yang diperingati khusus untuk meningkatkan kewaspadaan wanita dan lingkungan sekitarnya tentang bahaya kanker payudara dan deteksi sedini mungkin.
Berita kepergian Ibu Diana Nasution, Ibunda Ello yang berpulang karena kanker payudara belum lama kemarin juga merupakan suatu panggilan keras bagi para wanita untuk memperhatikan kesehatan payudaranya.
Penyakit kanker payudara masih menjadi pembunuh utama wanita di Indonesia, berkejar-kejaran dengan kanker mulut rahim (kanker serviks). Maka, kesehatan payudara sudah seharusnya menjadi perhatian khusus bagi semua wanita Indonesia. Apa saja yang perlu diperhatikan? Apakah hanya benjolan?
Benjolan merupakan gejala paling sering yang menjadi tanda waspada kanker payudara. Namun, kanker payudara dapat memberikan gejala lain selain benjolan. Beberapa gejala kanker payudara yang harus diperhatikan dan diwaspadai oleh para wanita adalah sebagai berikut:
  1. Perubahan warna kulit. Adanya kemerahan pada kulit atau bintik-bintik kemerahan seperti peradangan.
  2. Perubahan kulit. Adanya kerutan atau “lesung pipit” pada daerah sekitar payudara.
  3. Perubahan pada puting  susu yang dapat berupa puting susu yang masuk ke dalam, menjadi datar tidak seperti biasanya, atau bengkak dan tidak terlihat seperti biasanya. Keluarnya cairan atau darah dari puting susu juga perlu diwaspadai.
  4. Nyeri pada payudara.
Setiap wanita perlu mengetahui kondisi payudaranya dengan baik dan melakukan pemeriksaan payudara sendiri dengan rutin setiap 1 bulan sekali. Tidak semua perubahan pada payudara merupakan tanda kanker payudara. Ada juga perubahan yang merupakan pertanda normal. Setiap 1-2 minggu sebelum menstruasi, keadaan payudara memang dapat berubah menjadi agak membengkak, dapat terasa nyeri dan biasanya dirasakan di seluruh bagian payudara. Perubahan ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu setelah menstruasi berakhir.
Namun, jika keluhan pada payudara berlanjut dan mengganggu dalam 2-3 siklus menstruasi berikutnya, sebaiknya setiap wanita perlu memeriksakan diri ke dokter. Selain pemeriksaan oleh dokter, diperlukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan mammografi atau ultrasonografi.



sumber : http://klikdokter.com/healthnewstopics/read/2013/10/11/15031833/gejala-kanker-payudara-bukan-hanya-benjolan#.UlfF39Kno2V

Sering Nyeri Perut Bawah? Waspada Gejala Kanker Ovarium

Di Indonesia, kanker merupakan penyebab kematian nomor enam. Setiap tahun terdapat 100 kasus penderita kanker baru dari 100.000 penduduk di Indonesia. Salah satu kanker yang perlu diwaspadai adalah kanker ovarium.
Kanker Ovarium atau kanker indung telur seringkali terlupakan oleh kita. Padahal, kanker ovarium menduduki peringkat ketiga kanker tersering pada wanita setelah kanker payudara dan kanker serviks (leher rahim). Beberapa tokoh yang mengidap penyakit ini dan akhirnya tutup usia karena perjalanan penyakit ini adalah Ibu Ainun, istri Bapak Habibie dan Ibu dari artis Holywood Angelina Jolie. Bahkan, keputusan Angelina Jolie untuk melakukan operasi pengangkatan kedua payudaranya didasari karena kekuatirannya terhadap sejarah medis Ibunya yang mengidap kanker ovarium.
Kanker ovarium ini sering terlupakan karena memang seringkali tidak memberikan gejala di awal-awal dan sampai saat ini belum ada metode deteksi dini yang mudah dilakukan seperti SADARI (periksa payudara sendiri) atau mamografi pada deteksi dini kanker payudara atau papsmear atau tes IVA (Inspeksi Asam Asetat) pada deteksi dini kanker serviks. Diperkirakan, sekitar 70% kasus kanker ovarium baru terdeteksi pada stadium lanjut (stadium 3 atau 4) karena gejala awalnya tidak khas.
Untuk mendiagnosis kanker ovarium, diperlukan serangkaian pemeriksaan dimulai dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan rongga panggul, pemeriksaan penanda kanker CA-125, ultrasonografi (USG) dan biposi jaringan.
Gejala Kanker Ovarium
Sebagai penyaring kewaspadaan, para wanita diharapkan untuk tidak meremehkan gejala-gejala ringan yang seringkali muncul dan menetap dalam waktu lama, karena gejala kanker ovarium pada stadium awal biasanya hanya berupa gejala-gejala ringan. Gejala kanker ovarium pada wanita yang perlu diwaspadai adalah:
  1. Perasaan kembung yang sering muncul, menetap dan tidak menghilang dalam waktu lama.
  2. Ukuran perut yang bertambah.
  3. Cepat merasa kenyang walau hanya makan sedikit.
  4. Sulit makan karena hilang nafsu makan, mual, dan rasa terbakar di dada.
  5. Nyeri perut.
  6. Nyeri daerah kewanitaan.
  7. Sering buang air kecil dan perubahan pola buang air besar.
  8. Mengalami rasa lelah berlebihan dan/atau nyeri punggung.
Kewaspadaan para wanita perlu semakin meningkat apabila terdapat anggota keluarga yang pernah didagnosis kanker payudara dan/atau kanker ovarium. Pada wanita-wanita yang pernah memiliki riwayat kanker payudara, kanker rahim, ataukanker usus juga perlu mewaspadai kanker ini karena risiko terjadi kanker ovarium semakin meningkat. Kejadian kanker ovarium juga meningkat pada wanita yang berusia di atas 55 tahun, tidak pernah hamil dan sedang menjalani terapi hormon estrogen saja selama lebih dari 10 tahun.
Untuk wanita-wanita Indonesia, apakah Anda sudah memperhatikan kesehatan Anda?[](JF)

Sumber:
  1. National Cancer Institute. (www.cancer.gov/cancertopics/wyntk/ovary)
  2. Ovarian Cancer National Alliance (www.ovariancancer.org)
  3. BEAT Ovarian Cancer (www.beatonline.info/)
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (www.depkes.go.id/index.php/berita/info-umum-kesehatan/539-kanker-penyebab-kematian -keenam-terbesar-di-indonesia.html)
  5. http://klikdokter.com/healthnewstopics/read/2013/06/11/15031644/sering-nyeri-perut-bawah-waspada-gejala-kanker-ovarium-#.UlfEf9Kno2U Oleh: dr. Jessica Florencia - KlikDokter.com