Pages

Monday, 26 January 2015

Produk-produk berpotensi mengandung babi

semoga bermanfaat dan semakin hati-hati terhadap produk yang beredar di sekitar kita. :)
Daftar Penggunaan Bagian-bagian Tubuh Babi
1. Ujicoba senjata kimia: Karena jaringan kulit/daging babi sama dg jaringan kulit/daging manusia.
2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.
3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yg diproses.
4. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.
5. Bir: gelatin digunakan untuk mncerahkan warna minuman agar tidak keruh.
6. Pelembut pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna
7. Kuas cat: dibuat dair bulu babi. (ciri2: warna berbeda2 tiap helai, ujung runcing & tidak sama panjang, bila dibakar bau seperti rambut yang dibakar)
8. Jus buah: gelatin mmbuat warnanya tampak cerah.

9. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara.
10. Lilin: asam lemak dari tulang berfungsi memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya.
11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.
12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.
13. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar lebih keras.
14. Bubuk pembersih/deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan utk mengeraskan serbuknya.
15. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.
16. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.
17. Minuman anggur: gelatin mnyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening
18. Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk mningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban.
19. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi.
20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun.
21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.
22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia.
23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt.
24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter rokok yg diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok.
25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film.
26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.
27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata.
28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.
29. Camilan anjing: moncongnya digoreng.
30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.
31. Sepatu/tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)
Bisa dilihat disini cara mengenali kulit babi:



32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.
33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.
34. Lem transparan: lem sangat kuat yg digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi.
35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.
36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar utk listrik.
37. Energy bar: kolagen yg diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.
38: Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.
39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.
40. Permen: gelatin babi digunakan utk bahan perekat dan pembuat gel, dan memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan jenis permen liquorice, permen kenyal dan permen karet.
bagian tubuh babi
bagian tubuh babi
babi2

sumber : hambaallah92.wordpress.com
editor : ikesukma

Mengapa daging babi haram untuk umat agama islam

Mengapa Babi Diharamkan? 
Ada orang asing bertanya (ilmuwan) kepada salah seorang ulama mengenai hewan babi ini.
Ilmuwan: Haramnya hewan Babi bagi umat muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin canggihnya ilmu kedokteran, bukankah mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan dari virus dan parasit yg mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yg bersih ini akan menjadi halal?

Ulama: Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi ada sifat babi yg sangat diharamkan untuk umat Islam.

IlmuwanApakah itu?
Ulama: Coba anda buat 2 kandang. Satu kandang anda isi dengan 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina. Satu kandang lagi anda isi dengan 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina. Apakah yang terjadi pada masing-masing kandang tersebut? Bisakah anda menerkanya?

IlmuwanTidak.
Ulama: Mari kita lihat sekarang. Pada kandang pertama di mana Ada 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina. Yang terjadi adalah 2 ekor ayam jantan tersebut berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 ekor
ayam betina tersebut sampai ada yg menang atau kalah. Dan itu Sesuai dg kodrat dan fitrah manusia diciptakan.

Ilmuwan: Pada kandang babi?
Ulama: Ini yg menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang babi, 2 ekor babi jantan itu tidak berkelahi untuk memperebutkan babi betina tersebut, tetapi yang terjadi adalah 2 ekor babi jantan tersebut malahan menyetubuhi secara beramai-ramai babi betina tersebut dan juga terjadi hubungan homoseksual antara kedua ekor babi jantan tersebut setelah selesai dengan si babi betina. Hal inilah yang jelas bertentangan dengan fitrah umat manusia. Bila umat Islam ikut-ikutan memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai sifat dan karakteristik sprti babi ini.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan), sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan Takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”” (QS. Al-Maidah: 3).
Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang berharap bisa menghindari produk yang terbuat dari bahan babi, berita tentang penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi sama sekali.
Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yg selalu harus diingat, yaitu bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yg samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara yang syubhat, berarti ia telah selamat.
Semoga bermanfaat! :) :)
sumber : hambaallah92.wordpress.com
editor : ikesukma

Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Babi

Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Babi - Akhir-akhir ini masyarakat kita sering kali dikabarkan menjadi korban penipuan daging sapi yang ternyata setelah diteliti bukanlah daging sapi melainkan daging babi. 
Ada beberapa perbedaan yang bisa kita jadikan pedoman agar tidak menjadi korban penipuan atau salah membeli daging. Berikut ini diberikan tips membedakan daging sapi dengan daging babi.
Menurut Dr. Ir. Joko Hermanto, Guru besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, setidaknya ada 5 aspek yang secara kasat mata bisa kita gunakan untuk membedakan daging sapi dan daging babi.

5 Cara Mudah Untuk Membedakan Daging Sapi dan Daging Babi

Apa saja kelima perbedaan tersebut? Jawabannya adalah dari segi warna, serat daging, tipe lemak, aroma dan tekstur.

Perbedaan Warna Daging Sapi dan Daging Babi

warna daging sapi dan babi
Daging babi memiliki warna yang lebih pucat jika dibandingkan dengan daging sapi. Warna daging babi mendekati warna daging ayam. Namun perbedaan ini tak dapat dijadikan pegangan, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi.
Selain itu, ada bagian tertentu dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi sehingga sangat sulit membedakannya.

Perbedaan Serat Daging Sapi dan Daging Babi

perbedaan serat daging sapi dan babi
Kita juga bisa membedakan daging sapi dan babi berdasarkan seratnya. Seperti yang terlihat pada gambar, daging sapi memiliki serat-serat yang tampak padat dan garis-garis seratnya terlihat jelas.
Hal ini berbeda dengan daging babi yang sifat seratnya terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan ini semakin jelas ketika kedua daging diregangkan bersama.

Perbedaan Penampakan Lemak Pada Daging Sapi dan Babi

lemak pada daging sapi dan daging babiPerbedaan lemak terdapat pada tingkat keelastisan-nya. Daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan berbentuk.
Selain itu lemak pada babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya sementara lemak daging agak kering dan tampak berserat. Namun kita harus berhati-hati karena pada bagian tertentu seperti ginjal, penampakan lemak babi hampir mirip dengan lemak sapi.

Perbedaan Tekstur Daging Sapi dan Daging Babi

membedakan tekstur daging sapi dan babiDari segi tekstur, daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku dan padat dibanding dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan. Melalui perbedaan ini sebenarnya ketika kita memegangnya pun sudah terasa perbedaan yang nyata antara keduanya.
Tekstur daging babi sangat kenyal. Sementara daging sapi terasa solid dan keras sehingga cukup sulit untuk diregangkan.

Perbedaan Aroma Daging Sapi dan Daging Babi

Daging babi memiliki aroma khas tersendiri, sementara aroma daging sapi adalah anyir seperti yang telah kita ketahui. Segi bau inilah yang menjadi senjata paling ampuh untuk membedakan daging sapi dan daging babi.
Berbeda dengan warna yang bisa dikamuflase dan dicampur, aroma kedua daging ini tetap dapat dibedakan. Sayangnya kemampuan membedakan melalui aromanya ini membutuhkan latihan yang berulang-ulang karena memang perbedaannya tidak terlalu signifikan.
Itulah tips dan cara membedakan daging sapi dan daging babi yang bisa Anda gunakan agar tidak salah ketika membeli daging. Hal ini sangat penting bagi Anda yang beragama Islam demi menjaga kualitas makanan Anda agar terhindar dari hal-hal yang diharamkan oleh agama anda.


sumber : vikybahagia.com
editor : ikesukma

Monday, 19 January 2015

Tren Obat Herbal-Herbal Rumahan Praktis untuk Balitaku

Bagi para ibu baru (new moms) tidak ada hal yang ribet jika kita mau mengerti apa yang baik dan sesuai diinginkan anak-anak kita. Komunikasi tak cukup 2 arah tapi bisa berbagai arah, tak hanya komunikasi verbal, tapi juga komunikasi bahasa tubuh anak dan kita, agar ikatan ibu dan anak semakin erat. 


Bagi para ibu baru (new mom) atau ibu muda yang hidup di jaman modern dengan perkembangan teknologi yang pesat seperti sekarang ini cukuplah mudah memperoleh alternative cara dan teknologi pengobatan untuk keluarga kecilnya.  Dengan banyaknya fasilitas dan layanan kesehatan di rumah sakit, ataupun di dokter keluarga, didukung berbagai obat berupa pil, sirup bahkan puyer (pil yang dihaluskan) akan semakin memudahkan para ibu muda ini merawat anak-anaknya terutama yang masih balita. 

Tak ada salahnya memilih alternative cara dan teknologi pengobatan modern tersebut. Jujur saja sebagai ibu muda dengan 2 balitapun saya juga menggunakan alternative pengobatan tersebut. Yah namanya juga sedang sakit, jangankan anak-anak, kalau kita sakitpun kita merasa tidak nyaman dan pengen segera sembuh.  Jujur saja pada dasarnya saya seorang minimalis, suka hal-hal yang bisa dikerjakan dengan cepat (instant), yach bisa disebut kalau ada cara yang “instant” kenapa cari cara yang ribet.  Namun hal itu berubah ketika saya menjadi seorang ibu untuk balita pertamaku , Aisha. Meski aku suka hal-hal yang bisa dibilang “instant” tapi aku ingin keluarga kecilku sehat. Sejak hamil aku mulai browsing mengenai kesehatan ibu, balita dan keluarga, dan yang sering kutemui banyak yang menyarankan kembali ke yang “alami”. 

Alami atau bahan herbal itu yang sekarang kembali menjadi focus para ibu. Weitss, sekilas pikiran “ribet” langsung menggelayut dibenakku, kebayang bagaimana mengurus buah hati yang masih kecil lalu menyiapkan keperluannya sebisa mungkin secara “alami”. Ya, saya yakin pikiran itu sering muncul di pikiran para ibu baru (new moms).
Tenang, para ibu baru (new moms) ternyata itu ga se”ribet” yang ada di pikiran kita. Sebagai referensi dari pengalaman saya sebagai perantau, saya memang berusaha mandiri, begitupun ketika anak pertama saya lahir, Aisha, (ibu saya hanya mendampingi saya selama 1 minggu pasca melahirkan), saya merawat anak sendiri, dari memandikan hingga segalanya. Saya juga seorang pekerja, yang pada saat itu memang bisa mengambil cuti di 3 bulan total pasca melahirkan.  Dalam kurun waktu cukup singkat itulah saya banyak belajar. Di 3 bulan pertama biasanya seorang bayi akan mendapat beberapa kali imunisasi yang biasanya disertai panas tubuh. Seperti yang saya sebutkan diatas, sebagai ibu baru sayapun menerima resep yang dokter/bidan berikan salah satunya “paracetamol” sebagai obat yang sudah dikenal masyarakat luas yang direferensikan sebagai penurun panas yang aman untuk bayi bahkan usia baru lahir. Namun anakku aisha, malah muntah. Sebagai pasangan muda, saya dan suami kebingungan, kamipun meminta saran dari orangtua. Dari orangtua kami disarankan untuk memberi #obatherbal(1) air rebusan parutan kunir (kunyit,red) ditambah dengan madu. Padahal yang kutahu (hasil browsing berbagai artikel kesehatan bayi) untuk bayi sebelum 6 bulan tidak boleh diberi madu, dan kunyitpun sangat rentan terhadap pencernaan bayi. Dengan sedikit kebingungan, akhirnya kupilih jalan tengah kubuat parutan kunir (kunyit,red) seruas jari, kemudian direndam air panas (1/2 cup gelas bayi) lalu disaring kemudian ditambah dengan madu setengah sendok teh. Selain itu orangtua juga menyarankan untuk memberi  #obatherbal(2) “baluran” parutan bawang merah, jeruk nipis dan minyak kayu putih, lalu bayi “dibedong” (dibungkus selimut/kain, bentuk kepompong, red).  Sayapun masih ragu hal ini, karena di sebuah artikel kalau sedang panas, anak atau balita jangan dibedong, akhirnya saya mengambil jalan tengah kembali dengan tetap memberi baluran dan menyelimuti Aisha tanpa dibungkus seperti kepompong (hanya diletakkan selimut sebagaimana normalnya memakai selimut). Tak hanya itu orangtuapun mengingatkan untuk senantiasa mengompres dahi anak kita. Hal ini juga sedikit ada perbedaan antara penggunaan kondisi air yang digunakan untuk mengompress. Orangtua menyarankan air es, suami pernah baca jangan menggunakan air es tapi air hangat, dan akupun disarankan dokter jangn menggunakan air mentah karena bisa ada kumannya. Alhasil kami mengompres pakai air matang (air yang sudah direbus dan dibiarkan dingin suhu kamar, atau air mineral untuk minum, red). Dan Alhamdulillah cara-cara tradisional menggunakan herbal itu ampuh menurunkan panas Aishaku. Pelajaran yang kuambil dari sini adalah Pertama mungkin anakku lebih “cocok” menggunakan cara alami /tradisional/herbal itu, meskipun aku tetap menyediakan paracetamol di kotak obat sebagai cadangan cara “instant” jika mendesak. Kedua, ternyata setelah kita mau dengan sabar dan ikhlas, racikan obat herbal yang kesannya “ribet” bisa kita buat dengan “sederhana” sesuai kemampuan kita dengan tetap melihat perbandingan takaran yang ada.  

Dengan bahagia 3 Bulan pertama sudah terlewati penuh pembelajaran,tahap selanjutnya memberikan ASI Eksklusif pada balita anda hingga 6 bulan. Alhamdulillah rentang waktu 3-6 bulan tak ada kendala signifikan dalam perkembangannya selain panas setelah imunisasi. Berlanjut  fase bayi menuju MPASI, yaitu antara 6 ke 7 bulan. Di saat itu pula bersamaan ada imunisasi campak. Tak kuduga setelah imunisasi campak, Aisha malah badanya merah-merah dan diagnosis dokter dia terkena campak, sempat down dan sempat menyesal dan bertanya apa teori pemberian imunisasi itu malah memebri penyakit pada anak itu benar? Atau memang daya tubuh anakku yang sedang turun sehingga tidak bisa membentuk antibody dari proses imunisasi itu? Entahlah. Jawaban dokter kurang memuaskan namun tak membuatku putus asa, akhirnya aku kembali ke herbal kembali. Kuperoleh resep untuk memberikan lidah buaya dan diberikan air rebusan daun sirih ketika mandi. Eits menurut dokter sakit campak tak boleh mandi sebagaimana sakit cacar, maka kuambil jalan tengah kembali, dengan membasuh badan Aisha dengan air rebusan daun sirih (3 lembar atau maximal 7 lembar), #obatherbal(3) yang menurut para ahlipun daun sirih ini mengandung anti septik untuk membasmi kuman. Lalu saat siang hari kuberi gel dari lidah buaya #obatherbal(4) (lidah buaya 1 helai/tangkai yang sudah dikupas bersih kulit dan durinya). Alhamdulillah penyembuhan dengan obat herbal memang relative lebih lama dari obat kimia, namun insyaallah lebih aman asal kita tidak berlebihan dalam dosis penggunaannya dan ingat untuk selalu mencuci bersih sebelum diolah.
MPASI memang masa mulai sedikit membutuhkan waktu, yups karena dari awal sudah kutanamkan dalam diriku aku ingin anak-anak dan keluargaku sehat, maka dengan beberapa referensi yang ada aku belajar membuat MPASI sendiri secara alami. Dari bubur tepung beras yang dicampur susu murni (bubur lemu istilah jawa, red), pure buah, pure sayur, bubur lemu campur pure sayur, setelah Aisha berumur 1 tahun bubur lemu diganti bubur nasi atau kadang nasi lembut, ditambah dengan sayur tanpa gula tanpa garam namun sudah memakai kaldu alami dari ayam, daging, ikan. Dalam rentang waktu 6 – 12 bulan itu, suatu saat mungkin ibu pernah merasakan kelelahan dalam beraktifitas, itu normal sebagai manusia bahkan sebagai ibu yang dituntut multi tasking. Itupun saya alami, dan saya mengambil alternative untuk memberi Aisha makanan instant seperti bubur bayi instant.  Dan sungguh hal yang di luar sangkaan saya, Aisha menolak bubur bayi instant itu, sekali suap langsung “dilepeh” (dikeluarkan dari mulutnya,red). Awalnya saya dan suami bahkan orangtua kami mengira mungkin rasa bubur yang merk A kurang enak (bubur instant dengan harga standar posyandu), kemudian kamipun mencoba merk B, merk C yang dianggap “lebih” baik secara komposisi gizi, rasa, maupun harga, namun lagi-lagi “dilepeh”. Berbagai rasapun dicoba dari berbagai merk tpi tiap baru 1 suap atau bahkan baru seujung sendok makan bayi, makanan instant itu sudah “dilepeh” oleh Aishaku. Lalu kucoba buat bubur yang biasa aku masak untuknya, dan makanya langsung lahap. Walhasil, saya sebagai ibu harus ikhlas dan sudah seharusnya berbahagia bahwa anaknya maunya masakan alami buatan mommynya. Di saat usia sudah 2 tahun, ASIpun sudah selesai diberikan, biasanya anak kita akan menyesuaikan pola makanya. Dan hal yang biasa timbul adalah susah makan, untuk yang satu ini, saya mencoba langsung dengan #obatherbal(5) parutan temulawak ditambah kunir (kunyit,red) plus madu. Cara buatnya sama dengan cara membuat jamu kunir (kunyit,red). Temulawak ini memang dipercaya mempunyai khasiat menambah nafsu makan. Sedangkan kunyit, untuk ketahanan tubuh dan madu untuk menetralisir rasa pahit temulawak.

Dari pengalaman itulah aku belajar, Pertama, bahwa setiap anak itu berbeda beda karakterisitik baik fisik maupun psikologisnya. Mungkin memang ada anak yang bisa secara gampang minum obat dari dokter. Namun mungkin bisa juga ada anak yang secara alami tubuhnya menolak untuk itu. . Kedua, bahagialah jika usahamu untuk menjaga kesehatan keluarga terutama anak-anakmu secara alami sangat disukai/dibutuhkan itu tandanya dihargai ^_^. Ketiga, jika kita sudah menjadi seorang ibu ,maka hendaklah berusaha tetap menjaga stamina tubuh karena keluarga terutama anak-anak kita butuh kekuatan ibu untuk aktifitasnya. Keempat,  Jika ingin semakin mudah dan tidak ribet mulailah menanam di pot-pot kecil di taman mungil rumah anda tanaman-tanaman herbal itu agar bisa digunakan seaktu-waktu, meskipun pada dasarnya sangat mudah didapat di pasar. Dan untuk terakhir  kalinya bagi para ibu baru (new moms) tidak ada hal yang ribet jika kita mau mengerti apa yang baik dan sesuai diinginkan anak-anak kita. Komunikasi tak cukup 2 arah tapi bisa berbagai arah, tak hanya komunikasi verbal, tapi juga komunikasi bahasa tubuh anak dan kita, agar ikatan ibu dan anak semakin erat.

Artikel ini telah diikut sertakan dalam writing blog contest di bisnis.com (bisnis indonesia) :

Monday, 15 December 2014

Keajaiban ASI

Keajaiban ASI

Kerja Hormon Prolaktin dan Oksitosin
Kebutuhan gizi bayi yang baru lahir sangat berbeda dengan orang dewasa. Karena sistem kekebalan bayi lemah daripada orang dewasa, diperlukan dukungan dari luar. Gizi ideal untuk memenuhi semua kebutuhan bayi yang baru lahir adalah ASI. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan ASI jauh lebih sehat dan tubuh mereka terbentuk lebih sempurna.7

Keajaiban lain ASI adalah bahwa susu ini mengubah susunannya sesuai dengan perubahan kebutuhan bayi di setiap tahap perkembangannya. Produsen raksasa makanan bayi telah membelanjakan jutaan dolar bagi penelitian yang mencoba menentukan campuran ideal bahan-bahan untuk pertumbuhan sehat bayi. Sejauh ini, mereka belum berhasil menemukan campuran yang sempurna, namun telah mengetahui bahwa khusus diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bayi di setiap tahap perkembangannya. Di dalam laboratorium-laboratorium yang dilengkapi dengan teknologi termutakhir, banyak upaya telah dilakukan untuk menghasilkan makanan bayi buatan yang mirip dengan susu ibu, namun belum ada gizi buatan dikembangkan untuk menggantikannya.

Inilah keajaiban yang sesungguhnya. Beberapa sel dalam payudara ibu menghitung semua kebutuhan bayi yang baru lahir dari luar; yaitu, kebutuhan yang belum pernah dilihat atau ditemuinya. Kemudian menghasilkan apa yang belum pernah berhasil dibuat oleh para ilmuwan di laboratorium — ASI dengan campuran gizi yang sempurna. Namun, sel-sel yang membentuk kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana sel-sel lainnya, tidak sadar, tanpa kecerdasan; tetapi mampu memperkirakan rumus yang dibutuhkan untuk menghasilkannya.

Bagaimanakah produksi ASI dimulai dan dikendalikan? Sejumlah keajaiban penciptaan tersembunyi dalam jawaban atas pertanyaan ini. Dalam produksi susu, sistem hormonal dan sistem syaraf bekerja bersama dan produksi terjadi setelah perencanaan yang berdasarkan pertukaran informasi

Hormon yang mengaktifkan kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana dikemukakan, adalah hormon prolaktin yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari. Pada masa-masa awal kehamilan, faktor-faktor tertentu menekan pelepasan prolaktin. Faktor-faktor itu seperti kaki yang menekan rem sebuah mobil yang menuruni bukit. Mobil cenderung menuruni bukit, namun saat remnya diinjak, mobil tak dapat bergerak. Produksi susu dalam tubuh ibu terhenti.

Menghentikan produksi prolaktin sangat penting, sebab saat bayi belum lahir, produksi susu ibu tak dibutuhkan. Bagaimanakah rem ini bekerja, dan bagaimana pelepasan dicegah di awal? Inilah keajaiban rancangan yang sesungguhnya. Hipotalamus dalam otak melepaskan sebuah hormon yang mencegah produksi prolaktin. Hormon ini, dikenal sebagai PIH (Prolactin Inhibiting Hormon — hormon penekan prolaktin), memperlambat produksi prolaktin atau, dengan kata lain, menjadi rem.

Siapakah yang memutuskan untuk menggunakan rem? Estrogen, sebuah hormon yang dihasilkan semasa kehamilan, memastikan bahwa rem digunakan dengan memproduksi PIH. Saat bayi dilahirkan, jumlah estrogen yang dilepaskan berkurang, yang berarti juga mengurangi jumlah PIH. Ini bagaikan kaki yang perlahan-lahan melepaskan rem dan lalu mobil bergerak menuruni bukit. Dengan cara ini, produksi prolaktin perlahan-lahan dimulai dan mengaktifkan kelenjar susu untuk menghasilkan susu.

Di sinilah kita melihat keajaiban penciptaan yang sesungguhnya. Karena rancangan seperti inilah, produksi susu dicegah di bulan-bulan pertama kehamilan. Pikirkan secara seksama keseluruhan sistem ini:

1.                       Dari mana sel-sel kelenjar pituitari yang menghasilkan prolaktin mengetahui tentang kelenjar susu? Dengan kecerdasan sadar apa sel-sel dapat memberikan perintah kepada sel-sel penghasil susu agar membuat susu?
2.                       Bagaimanakah hormon-hormon yang mencegah produksi prolaktin sebelum persalinan mengetahui bahwa saatnya belum tiba untuk menghasilkan susu?
3.                       Bagaimanakah hormon-hormon ini mengetahui bahwa prolaktin menyebabkan produksi susu dan bahwa, untuk mencegah produksi susu, produksi prolaktin harus ditekan?

Masih juga, sebuah sistem lain merangsang produksi ASI pada saat yang tepat; sistem ini menjadi bukti yang memperlihatkan bagaimana tubuh manusia diciptakan dengan sengaja.

Saat bayi mengisap susu, sel-sel syaraf di payudara ibu mengirim rangsangan syaraf ke hipotalamus. Rangsangan ini mempengaruhi dan memastikan hipotalamus agar membuang rem bagi prolaktin. Lewat cara ini, produksi prolaktin meningkat dan kelenjar susu dirangsang agar menghasilkan susu

Sejak persalinan, reseptor tertentu dirancang di payudara ibu untuk mengenali refleks isapan bayi. Indra reseptor ini terhubung lewat jalur-jalur neuron — mirip kabel-kabel listrik di sebuah bangunan — ke organ lain yang jauh, yaitu, daerah hipotalamus di dalam otak. Jadi, sebuah sistem khusus telah diciptakan untuk mengabari hipotalamus bahwa refleks isapan bayi telah bekerja. Namun, dari tak terhitung kemungkinan di dalam tubuh manusia yang terdiri dari daging dan tulang, isyarat-isyarat syaraf ini bergerak ke arah yang tepat. Isyarat-isyarat tak terhubung secara kebetulan ke pusat penglihatan di otak, lambung, atau usus; isyarat-isyarat ini terhubung ke tempat yang benar-benar tepat: hipotalamus.

Saat menerima isyarat-isyarat listrik itu, sel-sel hipotalamus memulai pekerjaan yang dibutuhkan demi menghasilkan ASI. Namun, sel-sel ini tak berkecerdasan atau kesadaran sendiri. Sel-sel ini tak mungkin mengetahui bahwa isyarat-isyarat itu datang dari payudara ibu atau bahwa sel-sel ini telah dikabari tentang refleks isapan bayi dan, oleh karena itu, bahwa ASI harus dilepaskan; sel-sel ini tak mungkin mengetahui bahwa sebuah fungsi penting dalam produksi ASI telah diserahkan kepada sel-sel ini, atau bahwa sel-sel ini harus meningkatkan produksi prolaktin untuk mengaktifkan kelenjar susu. Jadi, apakah yang menyebabkan sel-sel tak sadar ini terlibat kegiatan tak sadar ini?

Siapakah yang meletakkan reseptor dalam payudara ibu?
Siapakah yang menyediakan kabel untuk membawa isyarat-isyarat yang dikirim oleh reseptor-reseptor itu?
Siapakah yang melekatkan ujung-ujung kabel itu ke hipotalamus?
Siapakah yang mengajari sel-sel hipotalamus agar merangsang kelenjar pituitari saat isyarat-isyarat tersebut datang?
Siapakah yang menuliskan rumus untuk mengaktifkan kelenjar susu di dalam sel-sel penyusun kelenjar pituitari?
Siapakah yang menciptakan sistem peredaran untuk memastikan bahwa hormon ini mencapai payudara ibu dari kelenjar pituitari di dalam otak?
Siapakah yang menciptakan sel-sel payudara sedemikian sehingga bekerja saat hormon tiba?
Siapakah yang mengajarkan sel-sel payudara rumus unik ASI, sebuah rumus yang bahkan para ilmuwan belum dapat menirunya?

Hanya ada satu jawaban untuk semua pertanyaan ini: Allah Yang Maha Besar, Tuhan semesta alam.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, orang mampu mempelajari tubuh manusia dengan lebih teliti. Kemampuan ini mengungkapkan derajat kecerdasan dan perencanaan yang digunakan dalam penciptaan tubuh manusia dan mengungkapkan kehebatan penciptaan Allah.

Bagi yang menolak keberadaan Allah, sebagaimana biasa, ada sebuah khayalan yang mereka gunakan sebagai naungan — waktu dan kebetulan.

Mereka ini hanya menerima kebetulan dan hasil kerja hukum alam sebagai asal-muasal rencana dan keindahan yang ditampilkan oleh makhluk hidup dan alam semesta secara keseluruhan. Namun, apa yang telah kita jelaskan di atas secara sepintas tentang ASI cukup untuk memperlihatkan betapa tanpa maknanya pernyataan tersebut.

Secara ilmiah, tak mungkin satu saja dari ribuan unsur berbeda dalam sistem ini, misalnya, payudara, kelenjar pituitari, seutas syaraf, atau sebuah sel di hipotalamus, atau bahkan sebuah hormon, dapat terbentuk lewat evolusi. Sangat penting bahwa setiap unsur dalam sistem ini, bersama dengan sistem-sistem pendukung yang dibutuhkan demi memastikan manusia bertahan hidup (misalnya, sistem peredaran dan pernapasan), terbentuk sekaligus dan di tempat unsur itu dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya yang khusus. Hanya satu penjelasan yang mungkin: sistem ini diciptakan oleh Allah.

Bukti lain penciptaan dalam keajaiban ASI adalah hormon oksitosin.

Sebelumnya, kami telah menjelaskan rancangan sempurna dalam produksi susu ibu. Tetapi, ada satu masalah: produksi susu oleh kelenjar susu saja belum cukup. Dengan kekuatannya sendiri, bayi tak dapat mengisap susu dari puting semudah minum dari botol; susu harus bergerak dari kelenjar susu ke puting. Jika tidak, sistem yang telah kami jelaskan sejauh ini tak akan berguna; susu ibu dari kelenjar susu tidak akan mencapai puting dan bayi yang baru lahir tak akan mendapatkan makanan apapun. Maka, bagaimana mungkin susu dapat mencapai puting dan bayi?

Manusia, yang tak terhitung jumlahnya sepanjang sejarah, yang telah disusui dengan ASI — termasuk diri kita —berutang budi pada hormon oksitosin.

Hormon ini memastikan terjadinya kerutan otot di sekitar saluran susu, menggerakkan susu dari kelenjar susu ke puting yang mudah dicapai oleh bayi saat disusui.

Baiklah. Bagaimanakah sel-sel yang menghasilkan hormon oksitosin mengetahui bahwa susu harus mencapai puting ibu sebelum dapat diisap, dan bahwa jika tidak demikian, bayi tak akan mendapat makanan? Bahkan seandainya mengetahui hal ini, bagaimana sel-sel itu mengetahui cara tepat untuk membuat sel-sel dalam saluran susu mengerut?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan oleh siapa pun yang ingin mengetahui lebih banyak kehebatan sistem ini. Kecerdasan sadar yang ditunjukkan oleh setiap sel di dalam tubuh manusia menjadi saksi ilmu abadi Allah Yang menciptakan segenap sel dari ketiadaan. Di dalam Al Qur’an, Allah mengungkapkan bahwa Dia Sendirilah yang memerintah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi.


Dia mengatur urusan dari langit ke bumi… (QS As-Sajdah, 32: 5)


“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)

sumber : Al-Quran ; Artikel Harun Yahya

Melatih Anak Memakai Baju Syar’i

Sejak Kapan Melatih Anak Memakai Baju Syar’i?

Kapan waktu yang tepat untuk mengenalkan baju syar’i pada anak? Pada dasarnya perkembangan zaman  memang  tidak  bisa kita hindari, perubahan tata cara hidup  dan budaya terus berubah setiap tahunnya. Beberapa mungkin terlihat berkembang dan membawa ke arah yang positif, namun tidak jarang juga hal itu justru berdampingan dengan banyak hal negatif.
Termasuk tata cara berpakaian, pengaruh budaya luar yang kian menyebar lewat berbagai media yang sudah mulai terjamah oleh anak-anak dibawah umur,  membuat para orang tua seringkali lupa bahwa anak-anak mudah meniru dari apa yang mereka lihat.
jilbab syariyah Melatih anak memakai baju syar’i
Jadi, ayo ayah, bunda mulai perkenalkan cara memakai baju syar’i kepada putri anda sekarang .

Hukum Orangtua Membiarkan Putrinya Berbusana Mini

Berikan Hijabku sejak kecil, Ayah

Fatwa Syaikh ‘Abdurrazaq ‘Afifi
Soal:
Jika seorang ibu memakaikan gaun (dress) yang mini pada anak perempuannya yang berusia 8 tahun, lalu sang ayah melihatnya namun tidak berkata apa-apa. Padahal sebenarnya dalam hatinya sang ayah tidak ridha dengan gaun mini tersebut, apakah sang ayah berdosa?
Jawab:
busana mini 300x300 Ketika Ayah Membiarkan Putrinya Berbusana MiniKedua orang tua tersebut berdosa. Seorang ayah adalah penanggung-jawab atas semua hal di rumah, termasuk juga bertanggung-jawab atas yang dilakukan istrinya dan apa yang ada di rumahnya. Sehingga ia juga berdosa. Wajib baginya untuk menasehati istrinya dan juga anak perempuannya.
Sang Ibu juga berdosa karena ia yang bertanggung jawab atas pengurusan anaknya dan penyusuan anaknya.
Dan mereka berdua dalam hal ini telah ta’awun ‘ala itsmi wal ‘udwan (saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan). Dan peran sang ayah dalam hal ini lebih besar dari sang ibu. Karena dia adalah pemimpin di rumahnya, baik terhadap istrinya maupun semua hal di rumahnya. Sedangkan peran ibu lebih sempit karena tugasnya adalah merawat anak-anak. Tugas seorang ibu adalah merawat anak-anaknya di rumah, baik anak yang perempuan maupun yang laki-laki. Maka cakupan tugas ibu lebih sempit dari sang ayah.
Intinya, dalam kasus ini mereka berdua berdosa karena telah ta’awun ‘ala itsmi wal ‘udwan (saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan), dan telah menjerumuskan anak perempuannya kepada keburukan sejak usianya masih kecil, dan ini adalah perkara yang terlarang.
Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/28244
Penerjemah: Yulian Purnama
Ditulis ulang dari Artikel http://Muslimah.Or.Id