Pages

Showing posts with label anak. Show all posts
Showing posts with label anak. Show all posts

Tuesday, 8 August 2017

Komunitas Kreatifitas Anak Usia Dini ( 6 bulan - 9 tahun )

🌞Siang 🌈 mo sharing sedikit 😊

Dulu jaman saya kecil, memang sdh banyak mainan dan permainan yang mengasah aktifitas balita dan bocah2 cilik, hanya saja dl mgkin belum ada yg menyusun jenis2 dan jg pencapaian aktifitas tersebut. Nah sekarang ini sebagai ortu alhamdulillah saya merasa cukup dimudahkan dg banyaknya sharing ilmu2 parenting dan jg pendidikan anak terutama balita dan anak usia dini.
Beberapa komunitas yang saya pakai sebagai contoh "kurikulum" untuk aktifitas balita dan anak usia dini saya diantaranya : 

1. familia kreativa
Site :
familiakreativa.blogspot.co.id
2.mungilmu
Site :
mungilmu.com
3.indonesia montessori
Site :
indonesiamontessori.com

Saya ambil 3 itu karena sebatas kemampuan "baca" saya, ketiganya cukup mengakomodir point point yang saya baca di beberapa  referensi baik dr pemerintah (*permendikbud 137/2014) , referensi unsur religi, dan juga sedikit referensi dr luar negeri mengenai pengembangan aktifitas kreatifitas anak.

Ketiganya itu tak hanya komunitas online namun jg di dunia nyata. Dari sisi online, saya memilih ketiganya karena mereka ada link download kurikulum, materi dan jg berbagai contoh yang bisa disimpan/didownload secara gratis 😊  *mode emak-emak efisien dan efektif*. Materi/kurikulum itu jg ada versi cetak yg bagusnya di masing2 komunitas, dan itu bisa diperoleh dg mengganti ongkos cetak alias membelinya. *Klo saya jujur aja masih ngeprint sendiri dan membukukan dalam bantex sendiri*😊.

Jika ingin aktif di komunitas real nya jg ada kegiatan di komunitas, nah yg ini biasanya berbayar... 😬 Ya iyalah khan ada barang-barang yg dibuat aktifitas, komsumsi dan jg sesi acara/lomba 😊 tapi biasanya semua akan kembali ke para peserta jg 😊 *insyaallah non profit* .

Namun meski begitu bukan berarti ketiganya yang paling baik. Saya yakin diluar sana (dunia nyata) tidak hanya dunia online, banyak komunitas yang baik jg. Tinggal bagaimana kita sebagai ortu menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anak kita.
*Karena setiap anak itu berbeda*

😊Semoga info ini bisa bermanfaat bagi sesama ortu yang sedang mencari referensi pengembangan aktifitas kreatifitas anak khususnya dr bayi sampai anak usia dini (6 bulan - 9 tahun)😊


#Ayoibukreatifkananak-anakmu
#mama-mamaberdasterdirumahbisa
#emak-emakngulidiluarrumahjuga
bisa
#bapak-ayah-papa-papijugaharus
bisa
#anakindonesiakreatif
#setiapanakberbeda
😉



Bandung, 080817
MamaAlyshaAzzahra

Friday, 16 December 2016

Pendaftaran Sekolah Dasar di Bandung (part 2)


Kali ini saya akan melanjutkan share pengalaman pendaftaran Sekolah Dasar di Bandung. 
Setelah waktu itu saya share Pendaftaran Sekolah Dasar di Bandung (part 1).

Berikut beberapa sekolah yang masuk data survey saya
part 2 (online dan lokasi) :
1. SDIT Lukmanul Hakim, Kiara Condong
2. SDIT Ar-Rafi, Kiara Condong
3. SDIT Az-zakiyah, Margahayu
4. SDIT Al-Kenzie
5. SDIT Al Ghifari, Cisaranten/Arcamanik
6. SDIT Muhammadiyah, Antapani 
7. HSG Khairu Ummah (Semi Homeschooling)

#sekolahdasarswastadibandung
#sekolahdasarislam
#SDIT
#SDPlus

Sunday, 16 October 2016

Pendaftaran Sekolah Dasar di Bandung (part 1)

Kali ini saya akan share pengalaman pendaftaran Sekolah Dasar di Bandung. Ceritanya tahun 2017, anak saya sudah selesai TK B, meskipun usianya baru 6 tahun di Mei 2017. Nah dari kabar yang beredar kalau umur anak masih kurang dari 7 tahun, akan sulit diterima di SD Negeri. Untuk itu saya akhirnya berusaha survey ke beberapa sekolah dasar swasta di Bandung. 
Saya awali dengan survey melalui dunia maya alias nanya mbah google. Lalu saya pilah dari yang akreditasi/kualitas baik dan pilah lagi yang terdekat dengan lokasi rumah saya yang kebetulan di Bandung Selatan.

Berikut beberapa sekolah yang masuk data survey saya
part 1 (online dan lokasi) :
1. SDIT Al Azhar 30, Sarijadi
2. SDIT Al Azhar 36,Buah Batu)
3. SDIT Al Irsyad, Kota Baru Parahyangan
4. SDIT Persis Ciganitri
5. SDPlus Al Aitam Ciganitri
6. SDIT Al Fajar, Terusan Logam
7. SDIT Al -Hidayah, Terusan Logam 


#sekolahdasarswastadibandung
#sekolahdasarislam
#SDIT
#SDPlus

Monday, 15 December 2014

Keajaiban ASI

Keajaiban ASI

Kerja Hormon Prolaktin dan Oksitosin
Kebutuhan gizi bayi yang baru lahir sangat berbeda dengan orang dewasa. Karena sistem kekebalan bayi lemah daripada orang dewasa, diperlukan dukungan dari luar. Gizi ideal untuk memenuhi semua kebutuhan bayi yang baru lahir adalah ASI. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan ASI jauh lebih sehat dan tubuh mereka terbentuk lebih sempurna.7

Keajaiban lain ASI adalah bahwa susu ini mengubah susunannya sesuai dengan perubahan kebutuhan bayi di setiap tahap perkembangannya. Produsen raksasa makanan bayi telah membelanjakan jutaan dolar bagi penelitian yang mencoba menentukan campuran ideal bahan-bahan untuk pertumbuhan sehat bayi. Sejauh ini, mereka belum berhasil menemukan campuran yang sempurna, namun telah mengetahui bahwa khusus diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bayi di setiap tahap perkembangannya. Di dalam laboratorium-laboratorium yang dilengkapi dengan teknologi termutakhir, banyak upaya telah dilakukan untuk menghasilkan makanan bayi buatan yang mirip dengan susu ibu, namun belum ada gizi buatan dikembangkan untuk menggantikannya.

Inilah keajaiban yang sesungguhnya. Beberapa sel dalam payudara ibu menghitung semua kebutuhan bayi yang baru lahir dari luar; yaitu, kebutuhan yang belum pernah dilihat atau ditemuinya. Kemudian menghasilkan apa yang belum pernah berhasil dibuat oleh para ilmuwan di laboratorium — ASI dengan campuran gizi yang sempurna. Namun, sel-sel yang membentuk kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana sel-sel lainnya, tidak sadar, tanpa kecerdasan; tetapi mampu memperkirakan rumus yang dibutuhkan untuk menghasilkannya.

Bagaimanakah produksi ASI dimulai dan dikendalikan? Sejumlah keajaiban penciptaan tersembunyi dalam jawaban atas pertanyaan ini. Dalam produksi susu, sistem hormonal dan sistem syaraf bekerja bersama dan produksi terjadi setelah perencanaan yang berdasarkan pertukaran informasi

Hormon yang mengaktifkan kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana dikemukakan, adalah hormon prolaktin yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari. Pada masa-masa awal kehamilan, faktor-faktor tertentu menekan pelepasan prolaktin. Faktor-faktor itu seperti kaki yang menekan rem sebuah mobil yang menuruni bukit. Mobil cenderung menuruni bukit, namun saat remnya diinjak, mobil tak dapat bergerak. Produksi susu dalam tubuh ibu terhenti.

Menghentikan produksi prolaktin sangat penting, sebab saat bayi belum lahir, produksi susu ibu tak dibutuhkan. Bagaimanakah rem ini bekerja, dan bagaimana pelepasan dicegah di awal? Inilah keajaiban rancangan yang sesungguhnya. Hipotalamus dalam otak melepaskan sebuah hormon yang mencegah produksi prolaktin. Hormon ini, dikenal sebagai PIH (Prolactin Inhibiting Hormon — hormon penekan prolaktin), memperlambat produksi prolaktin atau, dengan kata lain, menjadi rem.

Siapakah yang memutuskan untuk menggunakan rem? Estrogen, sebuah hormon yang dihasilkan semasa kehamilan, memastikan bahwa rem digunakan dengan memproduksi PIH. Saat bayi dilahirkan, jumlah estrogen yang dilepaskan berkurang, yang berarti juga mengurangi jumlah PIH. Ini bagaikan kaki yang perlahan-lahan melepaskan rem dan lalu mobil bergerak menuruni bukit. Dengan cara ini, produksi prolaktin perlahan-lahan dimulai dan mengaktifkan kelenjar susu untuk menghasilkan susu.

Di sinilah kita melihat keajaiban penciptaan yang sesungguhnya. Karena rancangan seperti inilah, produksi susu dicegah di bulan-bulan pertama kehamilan. Pikirkan secara seksama keseluruhan sistem ini:

1.                       Dari mana sel-sel kelenjar pituitari yang menghasilkan prolaktin mengetahui tentang kelenjar susu? Dengan kecerdasan sadar apa sel-sel dapat memberikan perintah kepada sel-sel penghasil susu agar membuat susu?
2.                       Bagaimanakah hormon-hormon yang mencegah produksi prolaktin sebelum persalinan mengetahui bahwa saatnya belum tiba untuk menghasilkan susu?
3.                       Bagaimanakah hormon-hormon ini mengetahui bahwa prolaktin menyebabkan produksi susu dan bahwa, untuk mencegah produksi susu, produksi prolaktin harus ditekan?

Masih juga, sebuah sistem lain merangsang produksi ASI pada saat yang tepat; sistem ini menjadi bukti yang memperlihatkan bagaimana tubuh manusia diciptakan dengan sengaja.

Saat bayi mengisap susu, sel-sel syaraf di payudara ibu mengirim rangsangan syaraf ke hipotalamus. Rangsangan ini mempengaruhi dan memastikan hipotalamus agar membuang rem bagi prolaktin. Lewat cara ini, produksi prolaktin meningkat dan kelenjar susu dirangsang agar menghasilkan susu

Sejak persalinan, reseptor tertentu dirancang di payudara ibu untuk mengenali refleks isapan bayi. Indra reseptor ini terhubung lewat jalur-jalur neuron — mirip kabel-kabel listrik di sebuah bangunan — ke organ lain yang jauh, yaitu, daerah hipotalamus di dalam otak. Jadi, sebuah sistem khusus telah diciptakan untuk mengabari hipotalamus bahwa refleks isapan bayi telah bekerja. Namun, dari tak terhitung kemungkinan di dalam tubuh manusia yang terdiri dari daging dan tulang, isyarat-isyarat syaraf ini bergerak ke arah yang tepat. Isyarat-isyarat tak terhubung secara kebetulan ke pusat penglihatan di otak, lambung, atau usus; isyarat-isyarat ini terhubung ke tempat yang benar-benar tepat: hipotalamus.

Saat menerima isyarat-isyarat listrik itu, sel-sel hipotalamus memulai pekerjaan yang dibutuhkan demi menghasilkan ASI. Namun, sel-sel ini tak berkecerdasan atau kesadaran sendiri. Sel-sel ini tak mungkin mengetahui bahwa isyarat-isyarat itu datang dari payudara ibu atau bahwa sel-sel ini telah dikabari tentang refleks isapan bayi dan, oleh karena itu, bahwa ASI harus dilepaskan; sel-sel ini tak mungkin mengetahui bahwa sebuah fungsi penting dalam produksi ASI telah diserahkan kepada sel-sel ini, atau bahwa sel-sel ini harus meningkatkan produksi prolaktin untuk mengaktifkan kelenjar susu. Jadi, apakah yang menyebabkan sel-sel tak sadar ini terlibat kegiatan tak sadar ini?

Siapakah yang meletakkan reseptor dalam payudara ibu?
Siapakah yang menyediakan kabel untuk membawa isyarat-isyarat yang dikirim oleh reseptor-reseptor itu?
Siapakah yang melekatkan ujung-ujung kabel itu ke hipotalamus?
Siapakah yang mengajari sel-sel hipotalamus agar merangsang kelenjar pituitari saat isyarat-isyarat tersebut datang?
Siapakah yang menuliskan rumus untuk mengaktifkan kelenjar susu di dalam sel-sel penyusun kelenjar pituitari?
Siapakah yang menciptakan sistem peredaran untuk memastikan bahwa hormon ini mencapai payudara ibu dari kelenjar pituitari di dalam otak?
Siapakah yang menciptakan sel-sel payudara sedemikian sehingga bekerja saat hormon tiba?
Siapakah yang mengajarkan sel-sel payudara rumus unik ASI, sebuah rumus yang bahkan para ilmuwan belum dapat menirunya?

Hanya ada satu jawaban untuk semua pertanyaan ini: Allah Yang Maha Besar, Tuhan semesta alam.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, orang mampu mempelajari tubuh manusia dengan lebih teliti. Kemampuan ini mengungkapkan derajat kecerdasan dan perencanaan yang digunakan dalam penciptaan tubuh manusia dan mengungkapkan kehebatan penciptaan Allah.

Bagi yang menolak keberadaan Allah, sebagaimana biasa, ada sebuah khayalan yang mereka gunakan sebagai naungan — waktu dan kebetulan.

Mereka ini hanya menerima kebetulan dan hasil kerja hukum alam sebagai asal-muasal rencana dan keindahan yang ditampilkan oleh makhluk hidup dan alam semesta secara keseluruhan. Namun, apa yang telah kita jelaskan di atas secara sepintas tentang ASI cukup untuk memperlihatkan betapa tanpa maknanya pernyataan tersebut.

Secara ilmiah, tak mungkin satu saja dari ribuan unsur berbeda dalam sistem ini, misalnya, payudara, kelenjar pituitari, seutas syaraf, atau sebuah sel di hipotalamus, atau bahkan sebuah hormon, dapat terbentuk lewat evolusi. Sangat penting bahwa setiap unsur dalam sistem ini, bersama dengan sistem-sistem pendukung yang dibutuhkan demi memastikan manusia bertahan hidup (misalnya, sistem peredaran dan pernapasan), terbentuk sekaligus dan di tempat unsur itu dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya yang khusus. Hanya satu penjelasan yang mungkin: sistem ini diciptakan oleh Allah.

Bukti lain penciptaan dalam keajaiban ASI adalah hormon oksitosin.

Sebelumnya, kami telah menjelaskan rancangan sempurna dalam produksi susu ibu. Tetapi, ada satu masalah: produksi susu oleh kelenjar susu saja belum cukup. Dengan kekuatannya sendiri, bayi tak dapat mengisap susu dari puting semudah minum dari botol; susu harus bergerak dari kelenjar susu ke puting. Jika tidak, sistem yang telah kami jelaskan sejauh ini tak akan berguna; susu ibu dari kelenjar susu tidak akan mencapai puting dan bayi yang baru lahir tak akan mendapatkan makanan apapun. Maka, bagaimana mungkin susu dapat mencapai puting dan bayi?

Manusia, yang tak terhitung jumlahnya sepanjang sejarah, yang telah disusui dengan ASI — termasuk diri kita —berutang budi pada hormon oksitosin.

Hormon ini memastikan terjadinya kerutan otot di sekitar saluran susu, menggerakkan susu dari kelenjar susu ke puting yang mudah dicapai oleh bayi saat disusui.

Baiklah. Bagaimanakah sel-sel yang menghasilkan hormon oksitosin mengetahui bahwa susu harus mencapai puting ibu sebelum dapat diisap, dan bahwa jika tidak demikian, bayi tak akan mendapat makanan? Bahkan seandainya mengetahui hal ini, bagaimana sel-sel itu mengetahui cara tepat untuk membuat sel-sel dalam saluran susu mengerut?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan oleh siapa pun yang ingin mengetahui lebih banyak kehebatan sistem ini. Kecerdasan sadar yang ditunjukkan oleh setiap sel di dalam tubuh manusia menjadi saksi ilmu abadi Allah Yang menciptakan segenap sel dari ketiadaan. Di dalam Al Qur’an, Allah mengungkapkan bahwa Dia Sendirilah yang memerintah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi.


Dia mengatur urusan dari langit ke bumi… (QS As-Sajdah, 32: 5)


“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)

sumber : Al-Quran ; Artikel Harun Yahya

Wednesday, 9 October 2013

60% Ibu Menyusui Bayi Dapat Menurunkan Berat Badannya


Mengurangi berat badan adalah salah satu hal yang mungkin dilakukan banyak ibu setelah melahirkan. Ada yang melakukannya dengan berolah-raga, diet ketat, mengkonsumsi obat atau jamu, dan banyak lagi.
Namun, tahukah anda bahwa menyusui juga dapat membantu mengurangi berat badan?
Berdasarkan wawancara dengan Robert Wool, professor dari Universitas Tufts, yang dikutip dalam situs babycenter.com, ternyata ASI merupakan makanan yang memiliki kadar lemak dan kalori yang sangat tinggi.
Jadi, ketika bayi menyusui, kalori dan lemak tersebut diambil dari tubuh sang ibu. Dengan diambilnya kalori oleh si bayi, maka berkuranglah berat badan sang ibu.

Namun, apakah ini dialami oleh semua ibu menyusui?
Memang, ada beberapa fenomena berkurangnya berat badan karena menyusui tidak dialami oleh semua ibu. Dari semua ibu menyusui, mungkin hanya sekitar 60% yang menikmati hal ini.
Wawancara yang dikutip dalam situs babycenter.com terhadap seorang ibu menyusui ternyata menunjukkan bahwa dalam jangka waktu 27 bulan menyusui sang bayi, ibu ini tidak merasakan sedikit pun penurunan berat badan. Justru dua minggu setelah berhenti menyusuilah penurunan berat badan yang cepat terjadi.
Wah, ternyata tidak segampang itu ya menurunkan berat badan pasca melahirkan.

Walau begitu, Ladies,karena  ASI merupakan suplemen yang sangat berguna bagi bayi jangan karena berat badan tidak berkurang lantas anda berhenti menyusui bayi anda ya!


oleh: Alfi Suci D.
editor : ikesukma
sumber : http://www.vemale.com/relationship/ibu-bayi-dan-balita/23832-menyusui-bayi-dapat-menurunkan-berat-badan.html

Yuk Hindarkan Balita Anda Dari Kerusakan Gigi

courtesy merdeka
Gigi susu adalah gigi sementara yang ada pada bayi dan balita yang beberapa tahun kemudian akan lepas dan berganti dengan gigi tetap. Walau gigi susu ini tidak bersifat selamanya namun tetap saja kesehatannya perlu dijaga. Hal ini karena bila gigi si kecil bermasalah maka akan membawa banyak penyakit dan otomatis banyak bakteri bersarang di mulutnya. Lalu bagaimana cara menghindarkan gigi si kecil dari penyakit gigi?
1. Rajin kontrol di dokter gigi
Normalnya pemeriksaan rutin gigi adalah enam bulan sekali dan berlaku baik bagi orang dewasa ataupun anak-anak yang masih memiliki gigi susu. Dengan rajin memeriksakan gigi secara berkala maka Anda akan mengetahui bagaimana kondisi gigi anak Anda dan menghindarkan mereka dari penyakit gigi dan mulut. Selain itu bila gigi tetap mereka mulai tumbuh agar terawat dengan bagus dan tidak rusak.
2. Rajin sikat gigi dan berkumur
Peraturan menyikat gigi sebelum tidur harus diterapkan sejak anak-anak. Semakin mereka dewasa, bila tidak dibiasakan sejak dini maka akan merasa malas. Selain menyikat gigi sebelum tidur juga dianjurkan untuk berkumur dengan cairan kumur setiap usai makan agar tidak ada plak yang menempel di gigi.
3. Jangan biasakan makan manis berlebihan
Bila Anda kerap memberi permen kepada anak Anda maka kebiasaan ini sebaiknya Anda kurangi. Kurangi asupan permen, cokelat dan berbagai makanan manis lain yang berpotensi mengendap dan menjadi plak di gigi. Bila gigi berlubang maka akan susah untuk mengobatinya.
4. Jangan biasakan anak tidur dengan mengisap botol
Jangan biasakan seorang bayi atau anak yang lebih tua untuk tidur siang dengan mengisap botol susunya. Cairan manis dalam botol dapat melekat pada gigi bayi dan juga menyediakan makanan bagi bakteri yang hidup di mulut. Bakteri menghasilkan asam yang dapat memicu gigi berlubang.
Merawat kesehatan gigi anak-anak sebenarnya tidak susah hanya dibutuhkan konsistensi dan ketelatenan dari orang tuanya agar si anak juga terbiasa untuk menjaga kesehatan giginya. Beritahu mereka efek buruk yang mungkin saja terjadi bila mereka tidak rajin merawat gigi agar mereka tahu bahayanya. Yuk terapkan disiplin merawat kesehatan gigi mulai dari hari ini!

sumber :http://www.vemale.com/kesehatan/23386-yuk-hindarkan-balita-anda-dari-kerusakan-gigi.html

Tuesday, 8 October 2013

Ingin Punya Bayi Laki-laki atau Perempuan? Ini Tips 'Mendapatkannya'



Segala sesuatu memang ditentukan oleh kehendak Tuhan, salah satunya jenis kelamin bayi. Tapi, tak ada salahnya bukan jika sebagai manusia, kita juga berusaha untuk memperbesar peluang mendapatkan buah hati yang jenis kelaminnya sesuai keiginan?

Nah, menurut dokter spesialis andrologi, dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, ada beberapa cara yang bisa dilakukan suami istri untuk memperbesar peluangnya memiliki bayi dengan jenis kelamin yang diinginkannya.

dr Nugroho menjelaskan jenis kelamin bayi yang dikandung pada dasarnya tergantung dari sperma mana yang membuahi sel telur karena sperma mengandung kromosom X dan Y. Sperma X sifatnya lebih tahan asam, bisa hidup sampai tiga hari, dan kecepatan berjalannya lambat. Sedangkan sperma Y tidak terlalu tahan asam, waktu hidupnya relatif pendek yakni hanya satu hari, dan kecepatan berjalannya cepat.

Memperbesar peluang memiliki momongan dengan jenis kelamin yang diinginkan, jika melalui inseminasi kemungkinan keberhasilannya mencapai 80 persen. Sedangkan melalui edukasi pada pasangan kemungkinan keberhasilannya sekitar enam puluh persen.

Nah, jika ingin memperbesar peluang mendapatkan bayi laki-laki, pasangan bisa berhubungan intim saat si wanita berada pada masa subur. Sedangkan jika ingin memiliki bayi perempuan maka hubungan bisa dilakukan pada waktu dua atau tiga hari sebelum wanita memasuki masa suburnya.

"Kalau pas masa subur, yang jalannya cepat itu kan yang Y berarti memperbesar peluang anak laki-laki. Kalau dua atau tiga hari sebelum masa subur, kemungkinan besar jadinya anak perempuan karena yang bisa bertahan hidup lebih lama yang X," jelas dr Nugroho kepada detikHealth, saat ditemui di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Selasa (8/10/2013).

Cara lain yang bisa dilakukan yakni mengatur kedalaman penetrasi penis. Jika ingin memperbesar peluang mendapat bayi perempuan, maka jangan melakukan penetrasi terlalu dalam supaya sperma X-lah yang lebih lama bertahan di dalam vagina hingga akhirnya bisa bertemu sel telur. Sebab, sperma Y akan lebih dulu gugur karena ia tidak bisa bertahan lama di vagina.

"Sebaliknya kalau untuk anak laki-laki, lakukan penetrasi yang dalam sehingga sperma Y yang kecepatan berjalannya cepat, dia bisa segera bertemu dengan sel telur," kata dr Nugroho.

Pria kelahiran Yogyakarta 57 tahun lalu ini juga menambahkan, agar jenis kelamin momongan sesuai yang diinginkan, bisa juga digunakan teori asam basa. "Dulu itu perempuan banyak makan daging sehingga vaginanya dalam kondisi basa dan itu meningkatkan peluang mendapat anak laki-laki, sedangkan kalau makan permen atau yang mengandung gula gitu yang manis-manis, kondisi vaginanya asam dan itu untuk meningkatkan peluang mendapatkan anak perempuan. Tapi, sekarang teori itu mulai ditinggalkan," papar dr Nugroho.




sumber : http://health.detik.com/read/2013/10/08/074242/2380801/764/ingin-punya-bayi-laki-laki-atau-perempuan-ini-tips-mendapatkannya?l992205755